Friday, 23 February 2018

Aflosing Barat Januari 2018

Seperti kegiatan-kegiatan aflosing sebelumnya, aflosing kali ini menggunakan KN. Altair yang baru selesai docking bulan Desember 2017 tadi. Performa mesin baik, kecepatan stabil 10-12 knot.

Cuaca yang tidak bersahabat tidak menyurutkan niat para petugas untuk bekerja. Saat itu sedang musim barat. Ombak dan angin kencang menjadi teman seperjalanan.

Destinasi pertama adalah Menara Suar Tanjung Padadatua. Mensu ini tergolong baru, didirikan pada tahun 2010.

Tuesday, 20 February 2018

NOBUNAGA Concerto



Salah satu quote yang menjadi favorit saya dari Nobunaga : "Hal penting yang tidak berubah dari jaman ke jaman adalah kehidupan".

Cerita fiktif yang diawali dari perjalanan waktu seorang anak SMA, yang tiba-tiba berada terlempar ke abad 16. Saat itu sedang terjadi peperangan. 

Aflosing Perdana KN. Kunyit

Setelah beberapa bulan menunggu peresmian pak direktur kenavigasian, barulah KN. Kunyit bisa dioperasikan. Perlu diketahui sebelumnya tentang KN. Kunyit adalah sebuah kapal negara perambuan yang dibuat oleh negara untuk direktorat kenavigasian dalam rangka memperlancar operasional kenavigasian. Bentuk fisiknya seperti kapal kapal induk perambuan pada umumnya, namun agak lebih besar dari KN. Altair. Terasa sekali efek goyangan akibat gelombang laut sedikit berkurang dibandingkan KN. Altair. Jadi tidak mabok laut.
Tujuan pertama adalah ke muara sungai mentaya. Pemasangan pelsu hijau dan merah. Alur sampit ini lumayan ramai, sehingga sering terjadi tabrak lari yg menyebabkan pelsu hancur. Selain itu karena arus yg lumayan deras di musim barat dan tenggara.
Tanggal 29 nopember terjadi kerusakan pada crane lelangon. Teknisi pabrik datang tanggal 1 Desember. Kapal standby di muara sampit. Kerusakan terjadi ketika crane akan mengangkat ballast pelsu. Kondisi crane dalam posisi terangkat ke atas. Kapal tidak berani mengambil resiko berlayar dengan posisi crane seperti itu.
Hingga tanggal 1 desember telah datang. Kapal masih berada dimuara. Kandas. Maklum gpsnya rusak dan echosoundernya juga rusak. Tidak bisa mengukur posisi dan kedalaman. Menunggu waktu jam 2 siang air pasang agar bisa olah gerak. Sekitar jam 16.00 sampai di depan Samuda. Menunggu hujan reda untuk ke pelabuhan membeli lumpsump. Tiga hari di laut membuat lapar ABK. Saya juga.
Besoknya mulai perawatan di ramsu penuntun depan samuda, depan dan belakang babirah. Kondisi air surut. Ramtun depan samuda masih bisa dijangkau dengan speedBoat. Lokasinya masih berada di daerah aliran sungai. Setelah satu jam perbaikan langsung menuju ramtun depan babirah. Air surut sehingga tim harus mencari panajak untuk menahan speed boat. Kami menuju kampung sekitaran rambu. Kebetulan sekitaran babirah itu tempat penyeberangan feri klotok. Kami meminjam parang seorang warga untuk memotong bambu. Lingkungan sekitar yang sejuk dikelilingi kebun kelapa.
Selesai mendapatkan bambu panajak kamj segera kembali ke speedboat untuk menuju ramsu depan babirah. Kondisi air surut sehingga kami harus turun melewati lumpur.
Selanjutnya langsung menuju babirah belakang. Lampu yang dipasang adalah wealth marine dengan periode 1T-1G.
Selesai pemasangan langsung menuju kapal.
Kegiatan selanjutnya memasang pelsu hijau di muara sampit. Kerja sama yang baik abk dan petugas bengkel sehingga pekerjaan dapat terselesaikan.
Esok harinya kami sampai di mensu Tanjung Pandan, selanjutnya melakukan pemaSangan kembali di Pelsu Hijau Kumai. Selanjutnya pengedropan BBm untuk mensu tanjung puting dan tanjung Matua.

Pelayaran selanjutnya menuju

Monday, 27 November 2017

Bergeser

Tak terasa haruna sudah berumur 7 bulan. Makin lama makin lucu. Sedikit demi sedikit sudah bisa berdiri sendiri. Sambil pegangan ke dinding, atau badan orang dewasa. Semenjak punya grejekan seneng banget bisa jalan kesana kemari..
Vid

Wednesday, 30 August 2017

Prosedur Tilang

Gak keren banget, datang sidang ke kejaksaan, sidangnya sidang tilang... hahaah. Yang keren dikit napa. Sengketa tanah kek, rebutan warisan kek, claim hak paten keķ, kasus korupsi 20 em kek, supaya bisa masuk masuk TV gitu.. Sesekali sih gpp. Buat pengalaman.

Sama sepertí cerita kali ini tentang kasus tilang. Sebelumnya pernah kena tilang. Langsung bayar ditempat. Semenjak larangan pungli diteggakkan, banyak yang memilih untuk membayar denda di Bank.
Lanjut lah ditilang sama polisinya. Waktu itu STNKnya ga ada. Yang ada SiM sama pajak STNK. STNKnya hilang di stasiun jakarta kota. Kecopetan waktu keluar stasiun. Waktu itu sore hari sekitar jam 6 wib. Selang beberapa jam ada sms masuk transaksi gagal di kartu kredit. Untungnya jam 7 tadi sdh telp bank untuk blokir semua kartu. Transaksinya di 7eleven stasiun. Padahal jika telusuri bisa diketahui siapa yang gesek kartu kredit di jam itu soalnya ada cctvnya. Karena dah terlanjur di depok jd males ngurusnyä. Tak ada waktu karena besok paginya sdh meluncur ke banjarmasin...
Beberapa hari setelah itu barulah mengurus pembuatan stnk baru. Ternyata  urusannya tidak semulus paha cherybels. Dari minta surat keterangan hingga ke ruanģ arsip kantor samsat. Anehnya ktika dicari arsipnya ga ada... ķata kepala arsipnya mesti nùnggu sampai stnknya mati baru bisa keluar nomornya.. yaudah gtu aja..

Setahun kemudian barulah mengurus ke calo, namanya jimi.. dia minta 900rb buat ngurus stnk. Setelah beberap menit dia keluar membawa arsip plat motornya. Kokbisa? Padahal tahun lalu dicari2 gak ada di ruang arsip. Yaudah. Terus ku serahkan berkas stnk dan bpkb itu. Gak sampai sejam keluarlah dia membawa bukti pembayaran pajak tapi stnknya ga ada. Katanya 2-3 hari. Yaudah kutunggu. Setelah beberapa hari telpnya gak aktif. Sampai sekarang masih tanda tanya.

Hingga akhirnya tanggal 18 Agustus tadi kena tilang pas mau jemput bini. Heran padahal rajia sebelumnya saya cuman tunjuk pajak stnknya saja sdh bisa lolos. Kenapa sekarang engga?
Akhirnya dapet surat tilang warna biru. Niatnya pengen ikut sidang, terus dapet sms dari BRiVa untuk bayar denda sebesar 250rb. Selang beberapa hari aku bayar deh dendanya. Besoknya hari jumat niat ke kantor polisi untuk ngambil simnya. Setelah ketemu sama polisi yang ngerajia, dia bilang berkasnya sdh dibawa ke poltabes marabahan. Sempet dongkol karena marabahan gak deket. Sekitar 1.5 jam dari banjarmasin. Ya sudahlah.

Tanggal 30 jalan jalan ke marabahan. Kebetulan kerjaan dah beres di kantor.
Sampai di kantor polisi. Katanya berkasnya sudah dikirim ke kejaksaan.
Sampai di kejaksaan, nunggu lagi sidangnya. Lumayan banyak antriannya.
Setelah menunggu tiga jam barulah sim bisa didapat. Tidak hanya itu saja, ternyata uang yang sudah disetorkan ke BRIVA itu bisa dikembalikan setelah dipotong biaya denda dan pesidangan. Jumlahnya 51rb. Lumayan lah dapet pengembalian 199rb. Petugas kejaksaan kemudian memberikan semacam surat keterangan pengembalian BRIVA yang bisa dicairkan di BRI. Dan ternyata memang bisa dicairkan.

Kesimpulan :

1. Urusan tilang ternyata tidak rumit.
2. Tanpa pungli rakyat sejahtera.
3. Jangan pernah berurusan dengan calo.
4. Hati-hati dompet anda ketika di stasiun.

Sunday, 5 June 2016

Pelatihan RO di Makasar

Tepatnya tanggal 12 April 2016, diselenggarakan pelatihan teknisi RO (reverse osmosis) di distrik Navigasi Kelas I Makasar. Kegiatan yang dilakukan meliputi penjelasan dasar cara kerja reverse osmosis hingga pengamatan langsung di lapangan.

Perwakilan dari Disnav Banjarmasin ada empat orang, kami berangkat dari Banjarmasin tanggal 11 April 2016. waktu tempuh dari Banjarmasin ke Makasar sekitar satu jam.



Dari pesawat terlihat Pulau Samber gelap yang elok.
 Tiba di Makasar sekitar jam 14.00 wita. setelah berkumpul di hotel, sorenya diajak keliling kota Makasar.

Tempat pertama adalah Benteng Rotterdam. Di depannya ada sebuah patung Sultan Hasanuddin dengan menunggang kuda. di sebelah kirinya ada sebuah gerbang masuk. Kami disambut oleh seorang pemandu wisata. banyak yang diceritakan olehnya, tetepi saya mendengarkan hanya sekilas lalu. salah satu cerita yang saya ingat, benteng itu dulunya terletak di pinggir pantai. Karena pengarus abrasi, akhirnya benteng menjauh sekitar 500 meter dari pinggir pantai. Benteng rotterdam dulunya adalah benteng suku bugis sebagai pertahanan. Namun setelah Belanda berhasil mendudukinya, benteng berubah nama menjadi rotterdam. Jika dilihat dari atas, benteng itu terlihat seperti penyu yang menghadap ke laut. Tidak begitu banyak foto-foto yang saya ambil. Namun ada beberapa foto yang sekedar iseng jepret sana jepret sini.











Setelah jalan jalan melewati ruang tahanan, tibalah di bagian tengah. Tampak sedang diadakan latihan tarian tradisional. uniknya tarian itu dimainkan oleh anak-anak, dengan seorang pelatih.






Cukup ramai sekali suasana di sana, padahal bukan hari libur.


Waktu sudah semakin sore, kami melanjutkan perjalanan menuju mesjid apung yang terletak di deretan siring pantai Losari.  Setelah magrib, langsung menuju Restoran Ratu Bakar. 1-2 Jam kemudian kembali ke hotel. Tidurzzzz.

Kamis. Setelah sarapan langsung menuju Kantor Disnav Makasar. Naik bus pariwisata bersama rombongan dari 5 Disnav, yaitu Pontianak, Tarakan, Samarinda, Bitung, dan Kendari.
Tiba di Kantor Disnav, kami disambut hangat oleh rekan-rekan dari Disnav Makasar.
Sebelum melakukan teori, acara dibuka oleh Kadisnav Makassar Bapak Supardi. Beberapa hal yang dijelaskan oleh Pak Kadisnav antara lain, pemanfaatan Reverse Osmosis sangat berguna di lingkungan menara suar. Selain untuk memenuhi kebutuhan air minum untuk penjaganya, juga dapat digunakan untuk masyarakat sekitar. Dari 17 unit instalasi menara suar di Wilayah Kerja Disnav Makasar, sudah terpasang RO di 10 unit menara suar.
Disnav Makasar juga mendukung pemerintah dalam program pemasaran wisata. Diantaranya dengan mengoptimalkan fungsi menara suar, juga dengan penambahan sbnp seiring dengan pengembangan pelabuhan. Direncanakan akan dibangun sebanyak 22 unit ramsu di tahun 2017.
Bapak Kadisnav juga mengharapkan peran aktif dari masing-masing distrik navigasi untuk selalu berkoordinir satu sama lain, sehingga dapat saling bertukar informasi dan perkembangan teknologi. Saling bertukar pikiran sehingga dapat meningkatkan fungsi dan kinerja masing-masing disnav.





Sesi selanjutnya adalah pemeparan teori RO oleh PT Anugerah Mitra Gemilang mengenai standar operasional prosedurnya. Bagi saya masih kurang memahami RO karena memang belum pernah menggunakan. Tapi prinsip dasar sebuah alat pastinya ada tiga unsur penting. Diawali oelh masukan - proses - keluaran. Untuk lebih jelasnya, selanjutnya dilakukan praktek lapangan langsung ke lokasi menara suar. Tempat yang terdekat adalah Menara Suar Kodingaren Lompo.











Perjalan pun dimulai. Kami menggunakan kapal speed boat dan KN. B120. Waktu tempuh menuju Pulau Kodingaren kurang lebih 2 jam.



Suasana di Pulau Kodingaren terkesan sepi siang itu. Mungkin karena siang yang cerah, banyak penduduk yang beristirahat di rumah. Bentuk rumah penduduk terlihat seperti rumah adat suku bugis pada umumnya. Rumah panggung dengan tiang tinggi. Seperti halnya kampung nelayan di pesisir pantai selatan Kalimantan, suasana kampung nelayan Pulau Kodingareng dipenuhi pasir putih yang mengisi jalan jalan kampung. Mata pencaharian pada umumnya nelayan dan pedagang. Hanya sedikit orang yang bekerja di pemerintahan.
























tidak salah jika Pulau Kodingareng dijadikan tempat wisata, karena pantainya yang bagus, pasir putih dan airnya yang jernih.














Setelah tiba di menara Suar Kodingareng, kami disambut oleh Kepala Pos Mensu, juga beberapa pegawai lain beserta keluarga. Ditambah lagi ibu-ibu di sekitar menara suar. Suasana sangat ramai sekali, semacam pesta pantai dadakan. Kami disuguhi beberapa kue tradisional -saya lupa namanya apa- yang memiliki rasa yang khas.
Setelah acara makan siang, lanjut pengarahan operasional alat RO. Dari struktur awal, sumber air, proses, hingga hasil air keluaran. Dijelaskan juga cara mengoperasikan alat, mulai dari tahapan awal, hingga penanganan maintenance.










ini kue apa ya?


tabung penyaring pasir dan lumpur





sumber air



fresh water flushing filter



spare part untuk penggantian saringan pasir dan oli


peralatan genset untuk power plant




Selesai materi, lanjut kembali ke Kantor Disnav Makasar.

______________________________________________________________
terima kasih kepada:
Bapak Kadisnav Kelas I Makasar
Tim Direktorat Kenavigasian
Rekan-rekan Disnav Makasar, Disnav Bitung, Disnav Kendari, Disnav Tarakan, Disnav Samarinda, Disnav Pontianak.
rekan-rekan PT Anugerah Mitra Gemilang.