Sunday, 3 September 2017

STATISTIKA EKONOMI





































Statistik ada dua macam, yaitu statistik dalam arti sempit dan statisktik dalam arti luas, yang dibahas di sini adalah statisktik dalam arti luas yang sering disebut dengan istilah statistika. Statistika adalah keseluruhan dari metode pengumpulan data, pengolahan data, dan analisis terhadap data tersebut.
Metodestatistik ada dua macam yaitu statistika deskriptif dan statistika induktif. Statistika deskriptif adalah  bagian dari statistika yang membahas tentang cara untuk pengumpulan data, pengolahan data, penyajian data, penentuan nilai-nilai karakteristik sampel, agar dapat memberikan gambaran mengenai suatu keadaan. Sementara itu, statistika induktif atau statistika inferensi adalah bagian dari statistika yang berhubungan dengan kegiatan analisis untuk pengambilan kesimpulan mengenai populasi yang sedang diselidiki pendekatan sampel.
Dalam statistika kita selalu berhubungan dengan data. Data adalah fakta-fakta yang dapat dipercaya kebenarannya. Fakta-fakta yang disebut data tersebut kadang-kadang dapat kita kumpulkan sebagian saja. Maka kita mengenal istilah populasi dan sampel.
  1. populasi adalah keseluruhan dari objek yang diselidiki.
  2. Sampel adalah sebagian dari objek yang diselidiki.
Cara pengumpulan data ada dua cara, yaitu secara sensus dan sampling. Sensus adalah pengumpulan data yang dilakukan dengan meneliti semua anggota populasi. Maka dari itu, sensus hanya dilakukan beberapa tahun sekali, sebab memerlukan biaya yang cukup besar. Sedangkan kebanyakan peneliti melakukan penelitian secara sampling, yaitu pengumpulan data yang dilakukan dengan meneliti sebagian dari anggota populasi. dengan hanya meneliti sebagian dari anggota populasi maka akan dapat menghemat biaya, waktu, dan tenaga.
Suatu badan yang mengadakan penelitian, dapat mengambil data intern dan data ekstern. data intern adalah data yang dikumpulkan oleh suatu badan mengenai kegiatan badan itu, sedangkan data ektern adalah data yang diperoleh dari luar badan yang memerlukannya.
data ekstern dapat dibagi lagi menjadi dua yaitu data primer dan data sekunder. Data primer adalah data ekstern yang diperoleh dari hasilpenelitian sendiri. Sedangkan data sekunder adalah data yang diperoleh dari pihak lain atau hasil penelitian orang lain.
Dalam suatu penelitian sebagaian besar data yang dikumpulkan berupa data kuantitatif yaitu data yang dinyatakan dengan menggunakan angka, sisanya berupa data kualitatif yaitu data yang tidak dinyatakan dalam satuan angka tetapi dinyatakan dalam kategori, golongan atau sifat dari data tersebut.
Data kuantitatif dapat dibagi dua, yaitu data diskrit dan data kontinu. data diskrit adalah data yang satuannya selalu bulat dalam bilangan asli, tidak boleh berbentuk pecahan. Sedangkan data kontinu adalah data yang satuannya dapat berupa bilangan pecahan.
Skala pengukuran dapat dibedakan menjadi empat macam, yaitu: skala pengukuran nominal, skala pengukuran ordinal, skala pengukuran interval, dan skala pengukuran rasio.
________________________________________________________________________________

dalam mengadakan penelitian kita dapat mengumpulkan banyak data, tetapi dapat pula kita hanya mengumpulkan sedikit data. Kalau datanya hanya sedikit, tanpa dibuat tabel pun data tetap mudah dibaca, tetapi kalau datanya banyak sekali maka membacanya agak sulit, dan memerlukan waktu yang cukup lama untuk mencermatinya. Untuk memudahkan dan mempercepat kita memahami data tersebut maka data yang sudah dikumpulkan, disusun agar lebih teratur, dalam bentuk tabel.
Langkah awal analisis data adalah mengklarifikasi data. Klasifikasi data berarti memilah-milah data dari yang bersifat heterogen ke dalam kelompok-kelompok yang homogen, sehingga sifat-sifat data yang menonjol mudah dilihat.

Pada dasarnya ada 2 macam kalsifikasi data:
  1. Klasifikasi berdasarkan sifat-sifat (Attribute) : biasanya diterapkan pada data kualitatif. Misalnya warna kulit, ada putih, kuning, dan coklat.
  2. Klasifikasi berdasarkan bilangan (Variables) : klasifikasi secara kuantitatif, misalnya upah karyawan, jumlah barang yang diproduksi dan sebagainya. Kalisifikasi bilangan disebut klasifikasi berdasarkan kelas interval (class interval).
Seriation adalah penyusunan data dalam urutan yang sistematis. Penyusunan data secara sistematis dapat dilakukan dengan berbagai cara, yaitu:
  1. Berdasarkan waktu (time series, chronological, historical series). Waktu di sini merupakan dasar utama untuk menyusun data maka selanjutnya disebut dengan data time series.
  2. Berdasarkan daerah/ wilayah (geographical series). Daerah/ wilayah merupakan faktor penting untuk menyusun data.
  3. Berdasarkan keadaan/ frekuensi (frequency, conditional series). Penyusunan data berdasarkan kondisi fisik seperti; tinggi, berat, ataupun metode gradasi yang lain, berdasarkan benyaknya kejadian di sutau tempat tertentu dan waktu tertentu.
Penyusunan data berdasarkan keadaan/ frekuensi ini dapat dilakukan dengan 2 cara:
  1. Secara individual. Metode ini merupakan cara menyusun data sesuai dengan hasil observasi.
  2. Secara kelompok. metode ini merupakan cara menyusun data dalam kelompok-kelompok berdasarkan interval tertentu. Selanjutnya dari masing-masing kelompok akan tampak beberapa kali terjadinya (berapa frekuensinya).
Pengelompokan berdasarkan interval ini dapat dilakukan dengan 2 cara, yaitu :
  1. Rangkaian yang diskrit (diskrete series atau discontinuous series)
  2. Rangkaian yang kontinu (continuous series)
 Perbedaan cara penyusunan data ini didasarkan pada sifat dari data tersebut, apakah variabelnya bersifat diskrit atau kontinu. Data atau variabel diskrit adalah data yang hanya dapat dinyatakan dalam bilangan bulat. Sedangkan data atau variabel kontinu adalah data yang dapat dinyatakan dengan bilangan pecahan. Distribusi data yang bersifat kontinu disebut juga dengan distribusi frekuensi atau tabel frekuensi.

jenis distribusi yang kita buat tergantung macam data yang kita kumpulkan. Apabila kita mengumpulkan data kualitatif maka kita buat menjadi distribusi frekuensi menurut kategori. Jika kita mengumpulkan data kuantitatif maka data tersebut kita buat menjadi distribusi frekuensi menurut bilangan.

Penyusunan distribusi frekuensi menurut bilangan
Penyusunan distribusi frekuensi menurut bilangan dapat dilakukan melalui beberapa tahap:
  1. Menetukan jumlah kelas. Untuk menentukan jumlah kelas adalah dengan menggunakan rumus Sturges. Hubungan antara jumlah klas dan banyaknya data dapat dinyatakan dalam bentuk rumus: K=1+3,3logN
  2. Menentukan range. Range dapat dihitung dengan mencari selisih antara data tersebar dan data terkecil.
  3. Menghitung panjang kelas (interval class). Panjang kelas dapat dihitung dengan membagi range dengan banyaknya klas yang sudah dibulatkan. Panjang kelas (interval class) dapat dihitung dengan rumus :

  4. Menentukan kelas. Pada dasarnya kita bebas menentukan kelas, asalkan sesuai dengan banyaknya kelas dan besarnya klas interval yang sudah kita hitung. Hanya saja ada sedikit pedoman yang perlu kita patuhi yaitu :
    • Semua data dapat masuk, artinya data terkecil dapat masuk ke dalam kelas terkecil dan data terbesar dapat masuk ke dalam kelas terbesar.
    • Batas atas suatu kelas dibuat sedikit lebih kecil dari batas bawah kelas di atasnya.
  5. Menentukan frekuensi. Untuk mencari frekuensi masing-masing kelas dilakukan dengan cara mengadakan tabulasi yaitu memasukan data ke dalam tabel.
Penyusunan distribusi frekuensi menurut kategori
Cara membuat distribusi frekuensi menurut kategori tidak diperlukan prosedur yang berbelit-belit. langkah pertama kita menetukan kelas, kelas yang kita tentukan sesuai dengan kategori dari data tersebut. Selanjutnya kita mengadakan tabulasi data.

________________________________________________________________________________

Di samping distribusi frekuensi yang dijelaskan sebelumnya, masih ada lagi beberapa macam distribusi frekuensi yaitu distribusi frekuensi relatif dan distribusi frekuensi kumulatif dan distribusi frekuensi kumulatif relatif.
Distribusi frekuensi relatif adalah distribusi frekuensi yang frekuensinya tidak dinyatakan dalam angka absolut, tetapi dinyatakan dalam angka relatif atau dalam persentase dari jumlah frekuensi semua kelas yang ada.
Hal yang disebut distribusi frekuensi kumulatif adalah distribusi frekuensi yang secara berturut-turut dan bertahap memasukkan frekuensi pada kelas-kelas yang lain. Ada 2 macam distribusi frekuensi kumulatif yaitu Distribusi Frekuensi kumumulatif "kurang dari" dan distribusi Frekuensi kumulatif "atau lebih". Distribusi frekuensi kumulatif "kurang dari" adalah distribusi frekuensi yang memasukkan frekuensi pada kelas-kelas sebelumnya. Sedangkan Distribusi frekuensi "atau lebih" adalah distribusi frekuensi yang memasukkan frekuensi pada kelas sesudahnya.
Distribusi frekuensi kumulatif relatif adalah distribusi frekuensi kumulatif yang frekuensinya dinyatakan secara relatif yaitu dalam bentuk persentase. dalam hal ini kita mengenal ada dua macam distribusi frekuensi kumulatif relatif, yaitu distribusi frekuensi kumulatif relatif "kurang dari" dan distribusi frekuensi kumulatif relatif "atau lebih".
Distribusi frekuensi kumulatif relatif "kurang dari" adalah distribusi frekuensi kumulatif "kurang dari" yang frekuensinya diubah menjadi dalam bentuk presentasi. Sedangkan distribusi frekuensi kumulatif relatif "atau lebih" adalah distribusi frekuensi kumulatif "atau lebih" yang frekuensinya diubah menjadi dalam bentuk persentasi.

-end of 1st week-

ok

.....

PENGANTAR EKONOMI MIKRO

INISIASI 1

HARGA DAN ELASTISITAS





A. Permintaan

Permintaan dalam pengertian ilmu ekonomi adalah suatu skedul, daftar, fungsi atau kurva yang menunjukkan hubungan antara jumlah barang yang ingin dan mampu dibeli oleh konsumen pada berbagai tingkat harga.  Secara umum, kurva permintaan menunjukkan hubungan terbalik antara harga barang dengan kuntitas barang yang diminta (kecuali dalam kasus seperti barang inferior dan barang giffen berbentuk lain).  Artinya adalah apabila harga naik maka permintaan akan turun, dan sebaliknya apabila harga turun maka permintaan akan meningkat.  Hubungan terbalik antaar harga barang dengan jumlah yang diminta disebut Hukum Permintaan (the law of demand).  Skedul atau daftar permintaan pasar (market demand) diperoleh dengan menjumlahkan kuantitas yang diminta oleh semua permintaan konsumen individual (individual demand) pada berbagai tingkat harga.  Berikut ini akan dberikan contoh hipotesis permintaaan pasar sabun.

Tabel 1.1  Daftar Permintaan Sabun

Harga/unit (Rupiah)
Jumlah sabun yang diminta (unit)
Keterangan
Ana
Budi
Cica
Pasar
1000
6
5
5
16
A
1500
5
3
4
12
B
2000
4
3
3
10
C
2500
4
2
2
8
D
3000
3
1
1
5
E

Dari Tabel 1.1, apabila harga satu unit sabun Rp 1000, maka Ana akan membeli sebesar 6 unit, Budi membeli 5 unit dan Cica akan membeli sebanyak 5 unit.  Keseluruhan permintaan individu (Ana, Budi dan Cica)  menjadi permintaan pasar yakni 16 unit.  Jika harga sabun naik menjadi Rp 1500 per unit maka Ana akan membeli 5 unit, Budi membeli 3 unit dan Cica membeli 4 unit. Jumlah keseluruhan permintaan pasar adalah 12 unit, demikian seterusnya.  Apabila daftar permintaan ini kita gambarkan dalam suatu grafik maka akan didapat hasil seperti dibawah ini



Banyak faktor yang menentukan permintaan suatu barang.  Faktor utama yang mempengaruhi permintaaan terhadap suatu barang adalah harga barang itu sendiri. Selain itu permintaan terhadap suatu barang juga dipengaruhi oleh selera, banyaknya konsumen individual di pasar, pendapatan, harga barang-barang lain,  baik  yang merupakan barang pengganti (substituion goods) maupun barang pelengkap (complementery goods), dan ekspektasi konsumen akan harga-harga dan pendapatan di masa depan.

Fungsi permintaan secara lengkap ditulis sebagai  berikut:

D= f(Ps, S,  Pl, Y, Pop, E)

Permintaan akan suatu barang merupakan fungsi dari harga barang itu sendiri (Ps), selera (S), harga barang-barang lain baik pelengkap maupun pengganti (Pl), pendapatan konsumen (Y), banyaknya konsumen di pasar (Pop), ekspektasi konsumen akan harga-harga barang dan pendapatan di masa depan (E). 

Apabila terjadi perubahan dari faktor-faktor yang mempengaruhi permintaan maka akan terjadi pergerakan kurva permintaan.  Ada dua pergerakan pada kurva permintaan.  Pertama, pergerakan sepanjang kurva permintaan (move) dimana pergerakan ini dipengaruhi oleh harga barang itu sendiri, apabila harga naik maka permintaan akan turun demikian sebaliknya. Kedua, pergeseran kurva permintaan, yaitu dipengaruhi oleh faktor selain harga barang itu sendiri.  Misalnya terjadi perubahaan selera,  apabila selera masyarakat terhadap suatu produk meningkat maka akan menggeser kurva permintaan ke kanan, walaupun tidak terjadi perubahan harga.  Dalam menganalisis kurva permintaan ada istilah ceteris paribus.  Istilah ini diartikan faktor-faktor lainnya tetap.  Misalnya permintaan terhadap sabun dipengaruhi oleh harga sabun tersebut, ceteris paribus, artinya faktor-faktor diluar harga sabun dianggap tetap.

B.            Penawaran

Penawaran merupakan kurva yang menunjukkan berbagai kuantitas yang produsen ingin dan mampu diproduksi dan ditawarkan di pasar pada setiap tingkat harga selama suatu periode. Hubungan positif antara harga barang dengan jumlah yang ditawarkan disebut dengan Hukum Penawaran. Bila harga naik maka kuantitas yang ditawarkan naik dan bila harga turun maka kuantitas yang ditawarkan turun. Kurva penawaran pasar adalah penjumlahan secara horisontal kurva-kurva penawaran produsen individual.

Tabel 1.2 Daftar Penawaran Sabun

Harga/unit (Rupiah)
Jumlah yang ditawarkan
(unit)
1000
6
1500
8
2000
10
2500
13
3000
15

Apabila harga yang terjadi di pasar  adalah Rp 1000 per unit maka produsen hanya mau menjual sebesar 6 unit,  jika harga yang terjadi adalah Rp 1500 per unit maka produsen mau menawarkan sebesar 8 unit, dan seterusnya.  Dalam hal ini, makin tinggi harga yang terjadi di pasar maka semakin besar jumlah yang ditawarkan oleh produsen.  Apabila digambarkan dalam suatu grafik adalah seperti yang terlihat pada gambar dibawah ini




Kurva penawaran barang menunjukkan hubungan antara kuantitas yang ditawarkan dengan harganya yang dibuat berdasarkan angggapan bahwa faktor-faktor lain diluar harga dianggap tetap. Jika salah satu atau beberapa faktor bukan harga yang mempengaruhi penawaran berubah maka kurva penawaran akan bergeser. Selain harga sendiri yang mempengaruhi penawaran, faktor-faktor lainnya adalah teknik produksi yang digunakan, harga input, harga barang-barang lain, ekspektasi harga di masa depan, banyaknya pembeli di pasar, dan pajak atau subsidi.


B.        Penentuan Harga dan Kuantitas Keseimbangan

Mekanisme pasar menunjukkan harga serta kuantitas keseimbangan yang ditentukan oleh penawaran dan permintaan pasar.

Tabel 1.3  Daftar Permintaan dan Penawaran Sabun

Harga/unit (Rupiah)
Jumlah yang diminta
(unit)
Jumlah yang ditawarkan
(unit)
1000
16
6
1500
12
8
2000
10
10
2500
8
13
3000
5
15
     





Efek perubahan permintaan terhadap harga dan kuantitas keseimbangan sebagai berikut.  Pertama, bila permintaan naik (terjadi pergeseran kurva permintaan ke kanan atas), sementara penawaran konstan maka harga dan kuantitas keseimbangan akan naik. Kedua, bila permintaan turun (terjadi pergeseran kurva permintaan ke kiri bawah),  sedangkan penawaran tetap maka harga dan kuantitas keseimbangan pasar keduanya akan turun.  Ketiga,  Kenaikan penawaran (kurva penawaran bergeser ke kanan bawah) sementara permintaan tetap menyebabkan harga keseimbangan turun dan kuantitas keseimbangan naik. Sedangkan penurunan penawaran (kurva penawaran bergeser ke kiri atas) dan permintaan tetap menyebabkan kenaikan harga keseimbangan dan penuranan kuantitas keseimbangan.  Sebagai ilustrasi, perhatikan efek perubahan pertama


Keseimbangan awal adalah E1 dimana harga keseimbangan yang terjadi adalah P1 dan kuantitas keseimbangan adalah Q1.  Jika teerjadi peningkatan permintaan yang digambarkan oleh pergeseran kurva permintaan dari dari D1 menjadi D2, maka keseimbangan akan bergeser ke E2.  Pada keseimbangan baru ini harga keseimbangan adalah P2 dan kuantitas keseimbangan adalah Q2.   Dalam hal ini terjadi kenaikan harga dan kuantitas
Seringkali perubahan kekuatan pasar, yaitu permintaan dan penawaran pasar terjadi bersama-sama. Bila terjadi kenaikan pada kurva permintaan dan kurva penawaran maka akibatnya kuantitas keseimbangan akan naik. Sedangkan harga keseimbangan bisa mengalami kenaikan atau penurunan. Bila kenaikan permintaan lebih dominan maka harga akan naik. Bila kenaikan penawaran lebih dominan maka harga keseimbangan akan turun.  Sewaktu terjadi penurunan kurva permintaan dan penawaran, maka kuantitas keseimbangan akan berkurang sedangkan efeknya terhadap harga keseimbangan tergantung pada mana yang lebih dominan penurunannya. Bila penurunan permintaan lebih dominan daripada penurunan penawaran maka harga keseimbangna akan mengalami penurunan, sedangkan bila penurunan penawaran lebih dominan daripada permintaan maka harga keseimbangan akan mengalami kenaikan.
Pada kasus penurunan kurva permintaan disertai dengan kenaikan penawaran, harga keseimbangan akan mengalami penurunan sedangkan efeknya terhadap kuantitas keseimbangan tergantung pada mana yang lebih dominan, apakah kenaikan penawaran atau penurunan permintaan. Bila kenaikan penawaran lebih dominan daripada penurunan permintaan maka kuantitas keseimbangan akan naik. Sebaliknya bila penurunan permintaan lebih dominan kuantitas keseimbangan akan turun.
Model analisis permintaan dan penawaran dapat digunakan untuk menganalisis efek kebijakan harga oleh pemerintah atas suatu atau beberapa harga. Misalnya pemerintah melakukan kebijakan pengendalian harga berupa harga minimum untuk mencapai tujan tertentu. Untuk menjamin pasokan produk pertanian, pemerintah mungkin menetapkan harga lebih tinggi daripada harga keseimbangan yang ditentukan oleh pasar sehingga terjadi kelebihan produksi. Pemerintah harus membeli dan menyimpan kelebihan produksi pertanian tersebut, dengan kata lain pemerintah  memberikan subsidi kepada para petani sebesar selisih antara harga dukungan dengan harga keseimbangan. 

Elastisitas Permintaan dan Penawaran

Saudara mahasiswa, elastisitas permintaan adalah respon yang dinyatakan dalam perubahan jumlah yang diminta terhadap perubahan harga. Permintaan yang responsif terhadap perubahan harga disebut dengan permintaan yang elastis. Bila respon jumlah yang diminta kecil terhadap perubahan harga disebut dengan permintaan yang kurang elastis (inelastis). Bila terjadi perubahan harga sedikit saja menyebabkan perubahan jumlah yang diminta secara tak terhinggga disebut dengan permintaan elastis sempurna. Bila perubahan harga sebesar berapapun tak menyebabkan perubahan kuantitas yang diminta disebut dengan permintaan inelastis sempurna.





Ada dua konsep penghitungan elastisitas yaitu elastisitas titik dan elastisitas busur. Pertama, elastisitas titik adalah elastisitas yang dihitung pada suatu titik. Kedua, elastisitas antar dua titik (elastisitas busur) dari titik A ke tiitk B adalah:




Misalkan harga suatu barang pada titik A dimana harga barang Rp 1500 maka  barang yang diminta sebanyak 3 satuan.  Bila harga turun menjadi Rp 1200,   maka  pada titik B barang yang diminta sebesar 4 satuan. Berapa besarnya elastisitas busur dari titik A ke titik B? Dan berapa besarnya elastisitas titik tengah dari titik A ke titik B?












 

Nilai Ed mempunyai tanda negatif menunjukkan hubungan yang terbalik antara harga dengan jumlah yang diminta (kurva permintaan dengan lereng menurun).  Tanda negatif dapat dihilangkan dengan memberikan tanda absolut pada koefisien Ed= I...I

            Faktor-faktor yang mempengaruhi elastisitas permintaan adalah substitubilitas, proporsi pendapatan yang dibelanjakan pada barang tersebut, jenis barang, dan lamanya periode waktu.

Faktor yang mempengaruhi elastisitas penawaran adalah lamanya waktu para produsen bereaksi terhadap perubahan harga, derajat penggantian faktor produksi antar proses suatu barang dengan proses produksi barang-barang lain, tingkat perkembangan teknologi. Elastisitas penawaran dalam hubungannya dengan periode pasar dapat dibedakan menjadi penawaran jangka sangat pendek, jangka pendek dan jangka panjang.
1.                  Jangka sangat pendek. Jangka yang sangat pendek sehingga tak ada waktu bagi produsen bereaksi menaikkan produksi bila ada kenaikan permintaan. Dalam jangka waktu ini, kurva penawaran sudah tertentu yaitu inelastis sempurna dan berbentuk tegak lurus. Kenaikan permintaan menyebabkan harga naik dan kenaikan harga berfungsi sebgai penjatah yaitu hanya mereka yang bersedia dan mampu membayar harga lebih tinggi dapat membeli. Kuantitas yang diminta tetap sama besar dengan kuantitas yang ditawarkan.
2.                  Jangka pendek. Dalam jangka pendek, kapasitas produksi perusahan sudah tertentu dan tidak dapat diubah. Di sini kurva penawaran lebih elastis yaitu kurva yang berlereng cukup curam dan tidak merupakan garis tegak lurus. Bila terjadi kenaikan permintaan maka harga dan kuantitas keseimbangan naik.
3.                  Jangka panjang. Dalam jangka panjang, perusahaan mempunyai cukup waktu untuk mengubah (menambah atau mengurangi) skala pabrik. Di samping itu perusahaan-perusahaan baru mungkin akan masuk ke dalam industri dan perusahaan-perusahaan yang sudah ada bisa keluar dari industri yang bersangkutan.  Dalam jangka panjang kurva penawaran lebih elastis dan berbentuk lebih landai daripada kurva penawaran jangka pendek. Ketika ada kenaikan permintaan harga dan kuantitas keseimbangan akan naik, kenaikan harga lebih kecil dan kenaikan kuantitas lebih besar dibandingkan dengan kasus kurva penawaran jangka pendek.




Penerapan Analisis Permintaan dan Penawaran

Banyak kasus yang dapat dianalisis dengan kurva permintaan dan kurva penawaran. Misalnya pengenaaan pajak berupa cukai rokok oleh pemerintah.  Perhatikan gambar bawah. Keseimbangan pasar E1 terjadi pada perpotongan kurva permintaan D dan kurva penawaran S. Ketika pemerintah mengenakan pajak Rp 2000  persatuan produk maka kurva penawaran yang semula S bergeser ke atas secara sejajar menjadi ST. Akibat pengenaan pajak ini, keseimbangan pasar baru pada tiitk E2 yaitu terjadi kenaikan harga dari Rp 4000 menjadi Rp 5000 per satuan dan kuantitas keseimbangan turun dari 4 satuan produk menjadi 3 satuan produk. Beban pajak terbagi dua yaitu dikenakan pada konsumen dan produsen yang masing-masing Rp 1000. Pajak yang seluruhnya atau sebagian digeserkan kepada konsumen disebut pajak tak langsung sedangkan pajak yang tak bisa digeserkan disebut pajak langsung.


Pengenaan Pajak Berupa Cukai Rokok Oleh Pemerintah

Besarnya bagian pajak yang ditanggung konsumen dan produsen tergantung pada elastisitas permintaan dan penawaran. Semakin elastis kurva penawaran atau semakin inelastis kurva permintaan maka semakin besar bagian beban pajak yang ditanggung konsumen. Sebaliknya semakin inelastis kurva penawaran atau semakin elastis kurva permintaan maka semakin besar beban pajak ditanggung oleh produsen. Jadi kurva yang elastislah baik kurva permintaan atau penawaran akan menanggung bagian lebih kecil beban pajak yang dikenakan. Pada kurva inelastis sempurna, baik pada  kurva permintaan ataupun kurva penawaran, maka konsumen atau produsen akan menanggung beban pajak sepenuhnya.
Campur tangan pemerintah selain lewat pajak dapat juga berupa pemberian subsidi (pengenaan pajak negatif). Efek pemberian subsidi yaitu konsumen dan produsen memperoleh manfaat penerimaan. Bagian manfaat yang diperoleh konsumen dan produsen tergantung pada elastisitas kurva permintaan dan penawaran. Semakin elastis kurva permintaan maka semakin kecil manfaat yang diperoleh oleh konsumen dan semakin besar manfaat yang diperoleh oleh produsen dari pemberian subsidi. Bila kurva penawaran lebih elastis daripada kurva permintaan maka bagian manfaat subsidi yang diperoleh oleh konsumen lebih besar daripada yang diperoleh oleh produsen.
Analisis elastisitas permintaan dan penawaran dalam hubungannya dengan pengenaan pajak dan pemberian subsidi memberikan implikasi kebijakan tertentu. Bila tujuan pengenaan pajak untuk memperoleh pendapatan bagi pemerintah maka cara yang paling efektif dengan mengenakan pajak atas barang-barang yang permintaannya inelastis. Semakin inelastis permintaan maka semakin kecil efek pengenaan pajak tersebut atas penurunan kuantitas keseimbangan sehingga diperoleh pendapatan yang besar. Sebaliknya bila pengenaan pajak pada barang-barang yang elastisitas permintaanya besar (beban pajak lebih banyak ditanggung oleh produsen) maka kebijakan ini akan menurunkan output dan kesempatan kerja dan mengakibatkan pengangguran tenaga kerja dan faktor produksi lain. Selain itu penerimaan pendapatan pemerintah akan kecil akibat dari penurunan cukup besar dalam kuantitas keseimbangan output yang diproduksi dan dijual.
Pada pasar persaingan murni, masing-masing perusahan menawarkan barang yang sama dan homogen, terdapat banyak sekali penjual dan pembeli. Output yang diproduksi dan ditawarkan oleh seorang produsen individual di pasar ini sangat kecil hingga tidak bisa mempengaruhi harga. Kurva permintaan yang dihadapi oleh sebuah perusahaan pesaing murni merupakan garis mendatar dan koefisien elastisitasnya tak terhingga. Sedangkan kurva permintaan pasar berlereng menurun dan kurva penawaran pasar berlereng menanjak. Pada harga pasar keseimbangan para produsen individual bisa menjual kuantitas berapapun yang diproduksi dan ditawarkan. Sedangkan secara individual tidak bisa mempengaruhi harga keseimbangan pasar dengan mengubah kuantitas yang diproduksi atau ditawarkan.
Pada pasar persaingan tidak sempurna, terdapat beberapa perusahan produsen saja yang produknya tidak sepenuhnya homogen atau dibedakan oleh konsumen pembeli karena kemasan, advertensi, syarat-syarat penyerahan dan pembayaran. Kuantitas output masing-masing produsen di pasar tersebut cukup besar dibandingkan dengan output keseluruhan industri hingga perubahan output perusahaan individual pesaing tak sempurna dapat mempengaruhi harga. Kurva permintaan yang dihadapi oleh perusahaan produsen pesaing tak sempurna berlereng menurun seperti juga bentuk kurva permintaan pasar namun bentuknya lebih landai.


_____


INISIASI 1
Tinjauan Umum Mata Kuliah
Mata Kuliah Pengatar Ekonomi Mikro termasuk dalam kategori mata kuliah yang mempunyai kompetensi utama yang berisi tentang kebutuhan manusia dan ketersediaan sumberdaya alam sebagai sumberdaya ekonomi. Kebutuhan manusia tidak terbatas, sedangkan ketersediaan sumberdaya alam terbatas, sehingga sangat perlu mempelajari perilaku manusia dalam produksi, distribusi, konsumsi barang dan jasa yang dihasilkan sumberdaya ekonomi untuk memenuhi kebutuhannya
Ruang lingkup Ilmu Ekonomi
Ekonomi merupakan ilmu yang mempelajari bagaimana manusia mengalokasikan sumberdaya yang terbatas untuk menghasilkan komoditi atau barang yang memberikan kepuasan bagi manusia serta bagaimana barang-barang tersebut didistribusikan kepada orang lain.
            Secara garis besar Ilmu Ekonomi dibagi menjadi dua dua, yaitu Ilmu Ekonomi Mikro dan Ilmu Ekonomi Makro. Ilmu Ekonomi Makro merupakan ilmu ekonomi yang mempelajari perekonomian secara agregat, yaitu menganalisa bagaimana dampak dari tindakan para pelaku ekonomi secara keseluruhan terhadap tingkat kegiatan suatu perekonomian, misalnya ppemerintah mengenakan PPN (Pajak Pertambahan Nilai) pada produk tekstil, maka kebijakan ini akan meningkatkan harga tekstil. Jika tekstil tersebut diekspor akan menjadi barang yang tidak kompetitif sehingga ekspor Indonnesia turun yang berdampak devisa Indonnesia turun dsb. Sedangkan Ilmu Ekonomi Mikro menitik beratkan pada aktivitas ekonomi dari pelaku ekonomi secara individual, yaitu konsumen, pemilik sumbberdaya, perusahaan dan produsen. Jadi ilmu Ekonomi mikro mempelajari bagaimana individu-individu tersebut menentukan pilihan-pilihannya serta bagaimana dampak dari interaksi antara pilhan individu tersebut dalam suatu pasar. Misalnya jika produsen mobil Toyota menaikan harga, bisa jadi permintaan terhadap mobil tersebut turun dan berdampak akan menaikan permintaan mobil merek lainnya. Jadi Ilmu Ekonomi mikro pembahasannya lebih sempit dibandingkan makro, sehingga ilmu ekonomi mikro tidak mempelajari proses atau efisiensi pengalokasian sumberdaya pada berbagai system perekonomian serta masalah-masalah ekonomi seperti pengangguran, inflasi dsb.
            Aktivitas ekonomi mikro hanyalah untuk memenuhi kebutuhan hidup dan kesejahteraan hidup manusia yang mempunyai arti bahwa kegiatan ekonomi mikro hanyalah mencakup hubungan social dalam mengalokasikan sumberdaya yang terbatas diantara berbagai alternatif kebutuhan manusia dan menggunakannya  sedemikian rupa untuk mencapai kepuasan setinggi-tingginya, sehingga kunci dari mikro adalah :
1.      Kebutuhan manusia
2.      Sumberdaya
3.      Teknik Produksi
Sedangkan permasalahan ekonomi adalah “kelangkaan”, tidak hanya mencakup pada barang-barang yang sulit didapat, namun sumberdaya yang ada tidak cukup untuk menghasilkan semua barang yang dibutuhkan manusia. Kondisi inilah yang memaksa manusia untuk mmempelajari bagaimana menentukan barang dan jasa yang akan dihasilkan, bagaimana memproduksinya siapa yang akan menggunakan, dengan demikian ekonomi mikro adalah :
1 What yaitu menentukan barang dan jasa yang akan diproduksi, berapa jumlah yang harus diproduksi. Disini terjadi proses penentuan tingkat harga dan jumlah barang yang akan diperjual belikan di pasar sehingga analisa ini disebut dengan “teori harga”
2. How yaitu bagaimana produsen menentukan tingkat produksi, dan memilih serta menggunakan factor-faktor produksi yang meminimkan biaya dan memaksimumkan untung sehingga analisa ini disebut dengan “teori produksi”
3.For Whom yaitu untuk siapa barang dan jasa tersebut diproduksi, bagaimana distribusi pendapatan untuk masing-masing pemilik factor produksi sehingga analisa ini disebut dengan “teori distribusi”
      Jadi dengan adanya keterbatasan inilah orang harus menentukan komoditas apa yang harus dibuat, berapa jumlahnya, dan bagaimana harus dibuat dengan mengalokasikan sumberdaya yang tersedia seoptimal mungkin, atau mencari alternative mmencari kombinasi untuk mencapai efisiensi.
      Selanjutnya sebagai pengatar dalam ekonomi mikro perlu dikuasai dapat menjelaskan ”Diagram Aliran Melingkar” adalah para pelaku ekonomi dalam aktivitasnya mengadakan interaksi antara satu dengan yang lain untuk memenuhi kebutuhan hidupnya. Produsen memerlukan input (tenaga kerja, tanah, sumberdaya alam dsb) untuk memproduksi barang sementara konsumen memerlukan barang. Masyarakat disatu sisi dapat sebagai konsumen dan juga sebagai produsen, yaitu sebagai penyedia atau pemilik faktor produksi. Disini produsen berperan sebagai konsumen, dan untuk mendapatkan kebutuhannya maka diperlukan “uang”. Dengan demikian para pelaku ekonomi saling berinteraksi yang akan menjadikan aliran uang dan aliran barang.
      Diagram aliran melingkar menggambarkan bagaimana konsumen dan produsen berinteraksi dalam menentukan tingkat harga dan jumlah, baik untuk input atau output. Kita anggap hanya ada dua pasar yaitu pasar input dan pasar output, sedangkan bentuk perekonomiannya adalah perekonomian sederhana dimana hanya ada 2 agen ekonomi yaitu individu (rumahtangga) dan perusahaan sebagai berikut :

      Individu (RT) akan menjual faktor input ke perusahaan sehingga ia mendapatkan pendapatan. Perusahaan mmembeli factor produksi, sehingga disini terjadi aliran pendapatan (upah, sewa, deviden, bunga) dari perusahaan kepada RT dan aliran input dari RT ke perusahan di pasar sumberdaya. Selanjutnya pendapatan RT dari penjualan input digunakan untuk membeli produk dari perusahaan. Perusahaan menjual barang dan mendapatkan uang, sehingga terjadi aliran barang atau jasa dari perusahaan ke RT dan aliran uang dari RT ke perusahaan di pasar barang.
      Perusahaan mmenetapkan harga produk yang akan dijual berdasarkan biaya factor produksi yang digunakannya. Harga produk yang terjadi di pasar mmenunjukan keseimbangan antara permintaan RT dengan penawaran perusahaan. Sedangkan harga factor produksi di pasar menunjukan keseimbangan dari penawaran RT dengan permintaan perusahaan. Jadi gambar ini adalah menggambarkan bagaimana hubungan keterkaitan antara permintaan dan penawaran dalam suatu mekanisme pasar untuk mmengtasai masalah ekonomi (what, how, for whom)  
SELAMAT BELAJAR SEMOGA SUKSES